Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, mulai menginisiasi pelaksanaan strategi social distancing atau berupaya menjauhkan warga satu sama lain sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

Menurut Anies yang juga mantan Mendikbud ini, Pemprov DKI mengimbau warga untuk bersama-sama melakukan strategi itu dengan mulai menghindari aktivitas di luar rumah, juga lingkungan pemukimannya sendiri, sejak Sabtu, 14 Maret 2020.

“Saya akan sampaikan kepada seluruh masyarakat Jakarta, untuk memprioritaskan kegiatan di rumah dan di pemukiman sekitar,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balairung Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

Anies mengungkapkan, jika pun harus keluar rumah atau lingkungannya, sebisa mungkin, aktivitas tidak dilakukan di area di mana ada kerumunan orang banyak. Strategi harus diambil karena penyebaran corona, sudah semakin cepat di mana pemerintah pusat, sudah mengumumkan pula ada 69 orang positif terjangkit. “Ini mulai hari Sabtu (dan) Minggu besok,” ujar Anies.

Anies juga mengemukakan, sekali pun strategi terbilang ketat, social distancing, tidak berarti lock down atau isolasi total seperti dilakukan di Wuhan, China, atau Italia. Pemprov DKI hanya mendorong warga untuk bersama-sama melakukan aksi menekan semakin menyebarnya corona.

“Sebisa mungkin kurangi kegiatan di luar rumah, kecuali yang urgent, seperti belanja kebutuhan pokok, atau harus ada pemeriksaan medis, atau kebutuhan-kebutuhan penting lainnya. Bila tidak penting, bila tidak produktif, di rumah dulu,” ujar Anies.

sumber berita : https://babe.topbuzz.com/a/6803669285429314050?app_id=1125&gid=6803669285429314050&impr_id=6803703390792206593&language=id&region=id&user_id=6530463384449269772&c=wa&language=id